Claudio Ranieri tak cakap muluk awali musim baru 2016-17

Claudio Ranieri File Photo

39judi.com – Claudio Ranieri tak mematuk target muluk untuk squadnya dimusim baru 2016-17 kecuali upaya mempertahankan gelar juara, jalankan laga ujicoba pramusim The Foxes tak menunjukkan perform apik sebagaimana dimusim lalu, total 4 laga dilalui dengan 2 kali kemenangan (1 darinya lalui adu penalty) dan 2 kali kekalahan, sementara di Community Shield perlawanan mereka dipatahkan Manchester United.

Sepertinya tak akan terlalu banyak perubahan dalam squad ‘Si Rubah’ yang akan bertarung dimusim baru ini setelah perginya N’Golo Kante, masih mengandalkan Jamie Vardy, Riyad Mahrez kemudian Wes Morgan sebagai pembangun serangan dibarisan terdepan, dengan padatnya jadwal pertandingan dimusim ini adalah wajar kalau pelatih asal Italia ini tak ingin bermimpi terlalu jauh.

Apalagi hingga kini dia masih belum menemukan squad ideal yang akan dijadikan gacokan dalam menjalankan musim baru, dari beberapa laga percobaan belum terlihat The Foxes bermain layaknya sebuah klub besar penyandang gelar rajanya Premier League, mereka juga harus kalah ketika jalankan beberapa pertandingan ‘bayangan’ Liga Champions dimana mereka bertemu klub-klub besar dunia seperti PSG, Barcelona dan Celtic.

Memenangkan gelar Premier League dan mengukir perjalanan sejarah klub dalam kurun waktu satu abad sebagai yang terbaik untuk pertama kalinya Claudio Ranieri tak lantas merasa bangga, justru sebaliknya dia merasakan pekerjaan yang menanti didepan akan semakin berat untuknya, satu yang menjadi beban pikirannya adalah kekuatan armada yang dirasa masih jauh dari standart saat ini dimana dia tak memiliki pemain-pemain inti yang berkualitas lebih sebagai pelapis.

Perginya satu pemain inti sangat terasa baginya saat ini ketika dia hanya memiliki armada pas-pasan, Claudio Ranieri dalam meraih sukses musim lalu terlalu menggantungkan kekuatan tim kepada Riyad Mahrez, Drinkwater dan N’Golo Kante dilapangan tengah selain jamie Vardy sebagai penusuk, untuk mendukung pekerjaan Ranieri dimusim baru ini pihak managemen sudah mendatangkan beberapa nama baru.

Enam nama baru penghuni King Power Stadium adalah Ron-Robert Zieler, Ahmed Musa, Bartosz Kaputska, Luis Hernandez, Raul Uche dan Nampalys Mendy masih belum teruji kemampuan dan adaptasi mereka dalam squad Ranieri, dibanding dengan pendatang baru yang hadir perkuat Liverpool, Chelsea ataupun duo Manchester jelas nama-nama armada baru The Foxes ini tak sebanding.

Tapi sekali lagi bukan harga pemain yang akan menjadi patokan kemampuan kontribusi akan tetapi seberapa mampu pemain tersebut larut dalam permainan tim solid yang akan menjadi penentu, dalam laga ujicoba winger asal Nigeria Ahmed Musa (23 tahun) tampil cukup menjanjikan dan sepertinya layak untuk mengganti posisi N’Golo Kante ketika dia memperlihatkan permainan indah kala mencetak 2 goal kegawang Barcelona walau pada akhirnya Leicester City harus kalah dengan score 4-2.

Selain Ahmed Musa yang didatangkan dari CSKA Moskow pemain baru lainnya yang tak kalah bagus adalah Nampalys Mendy, sebagai pemain berposisi gelandang bertahan Ranieri sudah pernah akrab dengannya ketika dirinya melati As Monaco dahulu, Mendy juga disebut-sebut sebagai bakal calon pengganti posisi N’Golo Kante, didatangkan dari Nice gelandang asal Francis berusia 24 tahun ini diperkirakan tidak serta merta dapat merebut posisi Kante dan masih perlu waktu pembuktian.

Bagaimanapun latar belakang para pemain baru dan seberapa bagus prediksi untuk mereka semuanya masih mentah dan belum melalui ujicoba pertandingan sesungguhnya, seiring berjalannya waktu dan musim kompetisi squad idola baru kembali akan terbentuk dan itu semua memerlukan jam terbang pertandingan yang cukup.

Memang Ranieri dalam menjalankan misinya terlihat tidak terlalu akrab dengan gonta ganti squad sebagaimana diperlihatkannya dimusim baru lewat, dari laga kompetitif pertama di Community Shield ketika pasukannya dikalahkan oleh armada Jose Mourinho, penampilan Leicester City tidak terlalu buruk ketika mereka mampu mengejar ketertinggalan namun mereka terpaksa harus mengakui keunggulan lawan kala Ibra memastikan kemenangan jelang menit akhir pertandingan.

Untuk mengulang kesuksesan memang butuh tenaga lebih apalagi dimusim ini jadwal padatnya kesibukan pertandingan pastinya akan menimbulkan kendala tersendiri, mampu kah Leicester City terus bersaing dipapan atas dan melangkah jauh dalam kompetisi Liga Champions? rasanya Claudio Ranieri sudah bertindak bijaksana dan berbicara apa adanya tanpa janji muluk awali musim kompetisi.

“Ini adalah musim terberat yang akan dilalui sepanjang perjalanan klub dimana kami harus membagi waktu untuk persiapkan diri dikompetisi Liga Champions, terlalu naif dan muluk jika saya janjikan untuk mempertahankan gelar dan membawa pulang Piala Champions, saya tidak berkomentar jauh hanya berjanji untuk memberikan yang terbaik yang mampu kami berikan untuk klub sepanjang musim ini” tutup Ranieri.

Agen Bola Terpercaya

Related posts