Berita Bola

Costa Menentukan Kemenangan Chelsea saat Hadapi West Ham

adnan-januzaj-manchester-united-januzaj_3341731

39judi.com – Chelsea berhasil meraih kemenangan atas West Ham United dengan skor 2-1, pada laga perdana Liga Inggris, yang berlangsung di markas sendiri, Stamford Bridge Stadium, pada 15 Agustus 2016, selasa dini hari. Tripoin juga langsung mengantarkan skuad The Blues duduk pada peringkat ketiga di klasemen sementara Premier League. Mereka cuma kalah selisih golnya dari Liverpool dan Manchester United.

Skuad asuhan Antonio Conte terlihat lebih mendominasi jalan pertandingan dan permainan ini. Menurut catatan dari Premier League, London Biru berhasil menguasai bola hingga 62 persen jalan permainan, serta melakukan 6 kali tendangan titis dari 16 kali percobaan. Sedangkan tim tamu hanya melepaskan dua tembakan akurat dari total 6 kali usaha.

Sebagai peluang bagi pasukan pelatih asal Italia tersebut tercipta pada babak pertama, namun mereka gagal untuk membuahkan hasil. Diego Costa dan rekan-rekan setimnya baru bisa memecah kebuntuannya ketika paruh kedua baru berjalan sekitar dua menit.

Pemicunya adalah sebuah pelanggaran dari Michail Antonio kepada Cesar Azpilicueta dalam kotak titik putih. Wasit langsung memberikan sebuah hadiah penalti bagi The Blues.

Seusai gol pertama, mereka langsung kendali jalan permainan nan masih tetap dan tidak berpindah posisi. Pasukan Conte berusaha untuk mencetak gol yang kedua, serta juga hampir teralisasikannya di menit yang ke-64. Namun mereka tetap gagal untuk mencetak gol.

Alih-alihnya menggandakan keunggulannya, The Blues justru harus mengalami kebobolan pada menit yang ke-75. Melewati skenario tendangan bola mati, gelandang James Collins yang menjadi antagonis bagi para publik di Stamford Bridge. Tendangan pojok dari Dimitri Payet nan menghasilkan kemelutnya di dalam gawang Chelsea. Bola tersebut langsung disambar oleh Collins dengan tendangan voli.

Pada detik-detik terakhir Diego Costa berhasil mencetak gol untuk kemenangan The Blues. Penyerang kebangsaan Spanyol tersebut melancarkan tendangannya di luar kotak terlarang. Bola itu juga sempat melalui kedua kakinya Collins sebelum masuk ke dalam gawang tim tamu. Dengan skor 2-1 untuk kemenangan The Blues pun bertahan hingga pertandingan berakhir.

Januzaj Berambisi Naikkan Perfomanya

adnan-januzaj-manchester-united-januzaj_3341731

39judi.com – Penampilan salah satu gelandang asal tim nasional Belgia Adnan Januzaj saat menempuh perjalanannya bersama Manchester United dikatakan kurang apik. Selama dua musim bersama Setan Merah Adnan Januzaj dinilai kurang menunjukkan perfoma terbaiknya sehingga dia pun jarang lagi dimainkan dilapangan hijau dalam skuad utama Manchester United. Dia dijadikan pemain cadangan saja karena ada pemain lain yang perfomanya kian menghujung tinggi. Terlebih lagi banyak pemain baru yang diboyong oleh Manchester United jadi dirinya pun akhirnya dijadikan pemain pinjaman ke klub lain.

Adnan Januzaj pada awal musim ini dipinjamkan ke klub Sunderland dan dengan karier baru yang akan ditempuhnya ini, Januzaj sendiri memiliki ambisi yang besar dalam menjalankan perjuangannya bersama Sunderland. Apalagi pelatih Sunderland saat ini adalah David Moyes dimana David Moyes merupakan pelatih yang pernah melatihnya dulu saat di Manchester United pada musim 2013/2014. Bersama David Moyes pada musim 2013/2014 penampilan Adnan Januzaj begitu memukau dan membuat para pendukung The Red Devils menyukai dirinya. Januzaj pernah membuat Setan Merah meraih kemenangan saat ketertinggalan gol dan akhirnya Setan Merah mengakhiri dengan kemenangan.

Akan tetapi pada dua musim terakhir ini saat Manchester United digantikan pelatih baru Louis Van Gaal, penampilan Adnan Januzaj menjadi turun drastis yang membuat Manchester United terpuruk. Louis Van Gaal sendiri juga jarang memainkan Adnan Januzaj sejak perfomanya menjadi turun sehingga dirinya hanya dijadikan pemain cadangan sampai saat ini. Dengan ketidaksabaran untuk tampil menjadi pemain inti maka Januzaj berharap ada klub lain merekrutnya dan dengan adanya isu bahwa Sunderland menyukainya maka Januzaj hanya dipinjamkan oleh United ke Sunderland.

Memulai karier barunya di Liga Premier Inggris, Januzaj akan berusaha untuk membangkitkan kembali perfomanya bersama Sunderland dan akan mengantarkan Sunderland menjadi klub yang terkenal. David Moyes begitu menyukai gaya permainan saya, maka dari itu saya sendiri akan membuktikan penampilan saya saat berhadapan dengan klub lawan. Januzaj juga sudah tidak sabar tampil untuk mengalahkan Middlesbrough dalam akhir pekan yang akan datang ini. Dia akan berusaha semaksimal mungkin demi membuat sang pelatih David Moyes menjadi bangga dan senang.

Tim Unggulan Tampak Melempem di Laga Perdana

Riyad-Mahrez-Jamie-Vardy-Leicester-City-1-640x400

39judi.com – Dalam laga pertama dimulainya liga, tiga poin pertama sangatlah penting karena selain mampu mengangkat moral para pemain tim yang menang, motivasi tambahan yang bisa membawa tampil lebih baik dipertandingan berikutnya. Sukses mendapatkan hasil yang bagus pada awal musim kadang bisa berpengaruh pada perjalanan sebuah tim menuju juara sehingga inilah yang coba dilakukan tim yang menghuni posisi lima besar musim lalu.

Tapi dalam hasil pertandingan hari pertama dimulainya English Premier League, banyak tim unggulan yang tampaknya belum kembali dalam performa terbaiknya mengingat para pemain regularnya kurang latihan karena kebanyakan baru kembali dari masa liburan setelah berakhirnya kompetisi eropa empat tahunan sekali, EURO 2016 yang berlangsung di Prancis bulan lalu. Salah satunya terlihat dari pertandingan pembuka antara Hull City yang baru promosi dari liga championship menghadapi Leicester City yang merupakan juara EPL musim lalu.

Dalam pertandingan ini pasti banyak yang memperkirakan walau tidak berada dalam form terbaiknya, The Foxes tidak akan kalah oleh tim yang baru promosi. Tapi yang terjadi seperti saat Leicester menjadi juara, Hull sukses menaklukkan lawannya dengan skor 2 – 1 dimana laga dilangsungkan di KCOM Stadium, markas The Tigers.

Dalam pertandingan yang sebenarnya tampak cukup berimbang namun Hull lebih unggul dalam posesi bola yang didapatkan, Hull unggul lebih dulu melalui Adama Diomande mendapat assist Abel Hernandez sebelum babak pertama usai. Dua menit babak kedua dimulai, Riyad Mahrez sukses membawa Leicester menyamakan kedudukan. Namun Robert Snodgrass kembali membawa tim tuan rumah kembali memimpin dengan skor 2 – 1. Tidak adanya gol tambahan memberikan juara bertahan musim lalu ini mendapatkan kekalahan pertamanya.

Sedangkan dipertemuan lainnya, Everton berhasil menahan imbang Tottenham Hotspur. Padahal dilaga pramusim, The Lily White mampu tampil impresif dengan menggasak Inter Milan dalam laga persahabatan dengan skor 6 – 1.

Bermain di Goodison Park, The Toffees yang kini diasuh oleh Ronald Koeman akan tampil tanpa striker utamanya yang tengah diincar Chelsea, Romelu Lukaku karena belum siap tampil selepas kembali dari masa rehat setelah mengikuti kompetisi EURO 2016 bersama timnas Belgia. Meski begitu, mereka langsung tancap gas sejak awal dan sukses terus menekan pertahanan Tottenham yang menghasilkan gol dimenit keenam melalui Ross Barkley. Usai gol terjadi, kendali pertandingan dipegang oleh Harry Kane dkk, namun hingga babak pertama berakhir tidak ada gol tambahan tercipta.

Dibabak kedua, tepatnya menit 60, Erick Lamela berhasil menyamakan kedudukan untuk timnya. Meski terus mendominasi raihan bola, Tottenham gagal menghasilkan angka tambahan hingga harus puas dengan skor imbang 1 – 1.

Klopp Tidak Terpengaruh Dengan Lini Belakang Arsenal

jurgen-klopp-liverpool_3366696

39judi.com – Kubu Arsenal akan memulai pertandingan Premier League musim 2016-2017 dengan mendapatkan sebuah masalah di barisan belakangnya. Walaupun begitu, kubu The Reds bukan berarti dapat lebih aman dari itu.

Laga perdana dalam kompetisi itu tersebut bakal langsung mendatangkan pertandingan besar antara kedua kubu yang bakal digelar di markas Arsenal, Emirate Stadium, pada hari Minggu 14 Agustus 2016 malam. Kubu The Gunners tak dipungkiri dalam keadaan yang kurang ideal.

Selain belum juga mendatangkan pemain di lini depan yang baru, tapi Arsenal sudah kehilangan dua pemain belakang tengah  yakni Gabriel Paulista dan Per Mertesacker, yang dilanda cedera sehingga harus absen lumayan lama. Sementara itu, salah satu pemain andalannya lagi yakni Laurent Koscielny yang diberikan liburan lebih lama sesudah membawa tim nasionalnya berhasil lolos ke babak final Piala Euro 2016 kemarin.

Dengan keadaan yang demikian, pelatih dari klub Arsenal, yakni Arsene Wenger harus berputar otaknya untuk merombak skuadnya. Calum Chambers yang di yakinkan bisa berduet dengan Nacho Monreal ataupun memakai salah satu pemain rektrutan anyar bek baru mereka yaitu, Rob Holding.

Arsenal dan Liverpool bakal sama-sama mengincar mulainya awal musin ini. Pelatih dari kubu Liverpoo, Juergen Klopp pun mengabaikan hal tersebut yang telah melanda kubu Arsenal.

Saya tak tahu apa yang sebetulnya akan mereka lakukan. Dan mungkin saja Monreal hanya akan bermain satu kali atau hanya dua kali saja dengan posisi di bek tengah dan Kiraen Gibbs dapat bermain diposisi full back. Masalah tentang pertahanan, apabila mereka mempunyai,maka saya berpikir mungkin semuanya sama saja,” ujar Klopp yang seperti dikutip dari ESPN FC.

Mungkin mereka bakal membawa sejumlah pemain anyar dan Laurent Koscielny akan kembali ke skuad dalam waktu satu ataupun dua minggui lagi, atau dalam minggu ini, dan saya tak tahu terlalu banyak terkait hal tersebut.Tetapi masalah di lini belakangan cuman memainkan sebuah peran saja dalam sebuah laga usai tim yang lainnya sangat hebat dan ofensif.

Arsenal mempunyai beberapa pemain yang sangat bagus untuk bisa melakukan penyerangan mereka dan itu hanya satu laga. Bukan berarti mereka mesti bermain dengan skuad seperti ini disepanjang musim 2016-2017 atau kami mesti bermain dengan skuad seperti ini sepanjang jalannya musim, baru kami dapat membicarakan bahwa itu merupakan keuntungan atau tidak. Dalam laga ini, tak akan ada pengaruh yang besar.

Kalau kami mesti membuat sebuah kesalahan awal dan utama kami, makakami akan memikirkan tentang apakah ada masalah dalam lini pertahanan untuk kubu Arsenal. Kami tak akan memikirkan hal itu tersebut sedetik juga. Kami hanya ingin memikirkan tentang cara bermain kami sendiri saja,” tutup eks manajer Borussia Dortmund ini.

Claudio Ranieri tak cakap muluk awali musim baru 2016-17

Claudio Ranieri File Photo

39judi.com – Claudio Ranieri tak mematuk target muluk untuk squadnya dimusim baru 2016-17 kecuali upaya mempertahankan gelar juara, jalankan laga ujicoba pramusim The Foxes tak menunjukkan perform apik sebagaimana dimusim lalu, total 4 laga dilalui dengan 2 kali kemenangan (1 darinya lalui adu penalty) dan 2 kali kekalahan, sementara di Community Shield perlawanan mereka dipatahkan Manchester United.

Sepertinya tak akan terlalu banyak perubahan dalam squad ‘Si Rubah’ yang akan bertarung dimusim baru ini setelah perginya N’Golo Kante, masih mengandalkan Jamie Vardy, Riyad Mahrez kemudian Wes Morgan sebagai pembangun serangan dibarisan terdepan, dengan padatnya jadwal pertandingan dimusim ini adalah wajar kalau pelatih asal Italia ini tak ingin bermimpi terlalu jauh.

Apalagi hingga kini dia masih belum menemukan squad ideal yang akan dijadikan gacokan dalam menjalankan musim baru, dari beberapa laga percobaan belum terlihat The Foxes bermain layaknya sebuah klub besar penyandang gelar rajanya Premier League, mereka juga harus kalah ketika jalankan beberapa pertandingan ‘bayangan’ Liga Champions dimana mereka bertemu klub-klub besar dunia seperti PSG, Barcelona dan Celtic.

Memenangkan gelar Premier League dan mengukir perjalanan sejarah klub dalam kurun waktu satu abad sebagai yang terbaik untuk pertama kalinya Claudio Ranieri tak lantas merasa bangga, justru sebaliknya dia merasakan pekerjaan yang menanti didepan akan semakin berat untuknya, satu yang menjadi beban pikirannya adalah kekuatan armada yang dirasa masih jauh dari standart saat ini dimana dia tak memiliki pemain-pemain inti yang berkualitas lebih sebagai pelapis.

Perginya satu pemain inti sangat terasa baginya saat ini ketika dia hanya memiliki armada pas-pasan, Claudio Ranieri dalam meraih sukses musim lalu terlalu menggantungkan kekuatan tim kepada Riyad Mahrez, Drinkwater dan N’Golo Kante dilapangan tengah selain jamie Vardy sebagai penusuk, untuk mendukung pekerjaan Ranieri dimusim baru ini pihak managemen sudah mendatangkan beberapa nama baru.

Enam nama baru penghuni King Power Stadium adalah Ron-Robert Zieler, Ahmed Musa, Bartosz Kaputska, Luis Hernandez, Raul Uche dan Nampalys Mendy masih belum teruji kemampuan dan adaptasi mereka dalam squad Ranieri, dibanding dengan pendatang baru yang hadir perkuat Liverpool, Chelsea ataupun duo Manchester jelas nama-nama armada baru The Foxes ini tak sebanding.

Tapi sekali lagi bukan harga pemain yang akan menjadi patokan kemampuan kontribusi akan tetapi seberapa mampu pemain tersebut larut dalam permainan tim solid yang akan menjadi penentu, dalam laga ujicoba winger asal Nigeria Ahmed Musa (23 tahun) tampil cukup menjanjikan dan sepertinya layak untuk mengganti posisi N’Golo Kante ketika dia memperlihatkan permainan indah kala mencetak 2 goal kegawang Barcelona walau pada akhirnya Leicester City harus kalah dengan score 4-2.

Selain Ahmed Musa yang didatangkan dari CSKA Moskow pemain baru lainnya yang tak kalah bagus adalah Nampalys Mendy, sebagai pemain berposisi gelandang bertahan Ranieri sudah pernah akrab dengannya ketika dirinya melati As Monaco dahulu, Mendy juga disebut-sebut sebagai bakal calon pengganti posisi N’Golo Kante, didatangkan dari Nice gelandang asal Francis berusia 24 tahun ini diperkirakan tidak serta merta dapat merebut posisi Kante dan masih perlu waktu pembuktian.

Bagaimanapun latar belakang para pemain baru dan seberapa bagus prediksi untuk mereka semuanya masih mentah dan belum melalui ujicoba pertandingan sesungguhnya, seiring berjalannya waktu dan musim kompetisi squad idola baru kembali akan terbentuk dan itu semua memerlukan jam terbang pertandingan yang cukup.

Memang Ranieri dalam menjalankan misinya terlihat tidak terlalu akrab dengan gonta ganti squad sebagaimana diperlihatkannya dimusim baru lewat, dari laga kompetitif pertama di Community Shield ketika pasukannya dikalahkan oleh armada Jose Mourinho, penampilan Leicester City tidak terlalu buruk ketika mereka mampu mengejar ketertinggalan namun mereka terpaksa harus mengakui keunggulan lawan kala Ibra memastikan kemenangan jelang menit akhir pertandingan.

Untuk mengulang kesuksesan memang butuh tenaga lebih apalagi dimusim ini jadwal padatnya kesibukan pertandingan pastinya akan menimbulkan kendala tersendiri, mampu kah Leicester City terus bersaing dipapan atas dan melangkah jauh dalam kompetisi Liga Champions? rasanya Claudio Ranieri sudah bertindak bijaksana dan berbicara apa adanya tanpa janji muluk awali musim kompetisi.

“Ini adalah musim terberat yang akan dilalui sepanjang perjalanan klub dimana kami harus membagi waktu untuk persiapkan diri dikompetisi Liga Champions, terlalu naif dan muluk jika saya janjikan untuk mempertahankan gelar dan membawa pulang Piala Champions, saya tidak berkomentar jauh hanya berjanji untuk memberikan yang terbaik yang mampu kami berikan untuk klub sepanjang musim ini” tutup Ranieri.

Agen Bola Terpercaya